Badan Menjadi Segar Setelah Melakukan Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT)

orang awam tidak mengetahui betapa pentingnya oksigen untuk menyembuhkan jaringan tubuh yang rusak dengan tepat, baik di kulit, otot ataupun tulang.Terapi oksigen hiperbarik atau dikenal dalam bahasa ilmiahnya bernama Hyperbaric Oxygen Treatment (HBOT) adalah proses pemberian oksigen 100 persen kepada pasien di dalam alat berupa mesin oksigen menyerupai tabung berbentuk kapal selam.

Ini dilakukan di dalam sebuah ruangan khusus yang dikenal dengan sebutan mesin hiperbarik. Dirancang secara khusus sehingga kebal terhadap tekanan di dalam yang bertambah. Tujuan dari pengiriman oksigen murni ke dalam ruangan mesin ini adalah untuk menyalurkan sejumlah oksigen ke dalam tubuh yang akan membantu dalam peremajaan jaringan tubuh.

Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) adalah terapi medis dimana pasien dalam suatu ruangan menghisap oksigen tekanan tinggi (100%) atau pada tekanan barometer tinggi (hyperbaric chamber).

Awalnya, terapi tersebut digunakan untuk membebaskan penyelam dari sebuah kondisi berbahaya yang dikenal dengan penyakit pengurangan tekanan udara atau "the bends" yang terjadi akibat gelembung gas nitrogen mulai terbentuk di paru-paru, jaringan dan aliran darah penyelam saat naik ke permukaan air. Akibatnya, darah yang mengalir bisa terhalang dan rusaklah pembuluh darah yang bisa membawa ke kematian. Perawatan hiperbarik ini mengurangi efek negatif dari nitrogen.

Sekarang ini di Rumah Sakit Paru Jember, Jawa Timur telah memiliki mesin ruang terapi oksigen hiperbarik yang didatangkan dari negara Australia . Dengan biaya Rp 200.000 per orang, pasien bisa masuk mesin oksigen hiperbarik untuk meningkatkan kualitas hidup. Setelah tanggal 17 September 2014 biaya akan naik Rp Rp 250.000. Keuntungan masuk mesin hiperbarik ini adalah untuk menyembuhkan dari berbagai penyakit antara lain: keracunan karbon monoksida, Clostridial Myositis dan Myonecrosis (Ganggren Gas), Clostridial Myositis dan Myonecrosis (Ganggren Gas), luka akibat kecelakaan, sindrom compartment, trauma akut ischemia, luka, anemia, infeksi pada tulang, komplikasi terapi radiasi, pencangkokan kulit dan luka bakar.

Jadwal terapi oksigen hiperbarik di Rumah Sakit Paru Jember hari Senin sampai Sabtu pukul 09.00 sampai 11.00 WIB tiap harinya. Terapi ini juga meningkatkan kecerdasan anak untuk anak kasus penyakit autis. Pengobatan pasien melalui pernafasan oksigen murni 100 persen secara intermiten dalam tekanan udara lebih dari permukaan air laut/1 ATA (atmosfer absolut).Biasanya lebih dari 1,4 ATA. Memerlukan suatu ruangan yang khusus untuk itu (hyperbaric chamber).

Manfaat terapi ini:1. Meningkatkan kadar oksigen dalam seluruh jaringan tubuh. 2. Membantu pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis). 3. Mengurangi reaksi radang dan pembengkakan. 4. Meningkatkan kemampuan sistem kekebalan melawan infeksi tertentu.

Konsultasi dokter terkait keluhan dan untuk mendapatkan penjelasan tentang manfaat HBOT. Sebelum masuk mesin HBOT, pasien akan melakukan pemeriksaan oleh dokter berupa riwayat pnemothorak spontan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan telinga untuk menjamin kondisi pasien dalam keadaan sehat sebelum mengikuti terapi.

Sejarah terapi HBOT pertama kali dilakukan oleh Behnke pada tahun 1930 digunakan untuk rekompresi (mengembalikan tekanan) para penyelam untuk menghilangkan simptom penyakit dekompresi (Caissonís Disease) setelah menyelam. Penyakit dekompresi adalah penyakit yang terjadi karena perubahan tekanan.

Terapi HBOT dikembangkan sebagai komplemen terhadap efek radiasi pada perawatan kanker oleh Churchill Davidson pada tahun 1950 selain dikenal sebagai perawatan penunjang selama pembedahan jantung, perawatan gas gangrene klostridial, dan perawatan terhadap keracunan karbon monoksida.

Kondisi lingkungan dalam HBOT bertekanan udara yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan di dalam jaringan tubuh (1 ATA). Keadaan ini dapat dialami oleh seseorang pada waktu menyelam atau di dalam ruang udara yang bertekanan tinggi (RUBT) yang dirancang baik untuk kasus penyelaman maupun pengobatan penyakit klinis. Individu yang mendapat pengobatan HBOT adalah suatu keadaan individu yang berada di dalam ruangan bertekanan tinggi ( 1 ATA) dan bernafas dengan oksigen 100%.

Mekanisme berhubungan dengan salah satu manfaat utama HBOT yaitu untuk wound healing. Pada bagian luka terdapat bagian tubuh yang mengalami edema dan infeksi. Di bagian edema ini terdapat radikal bebas dalam jumlah yang besar.

Adapun cara HBOT pada prinsipnya adalah diawali dengan pemberianO2 100%, tekanan 2 Ė 3 Atm . Tahap selanjutnya dilanjutkan dengan pengobatan decompresion sickness. Maka akan terjadi kerusakan jaringan, penyembuhan luka, hipoksia sekitar luka. Kondisi ini akan memicu meningkatnya fibroblast, sintesa kolagen, rasio RNA/DNA, peningkatan leukosit killing, serta angiogenesis yang menyebabkan neovaskularisasi jaringan luka. Kemudian akan terjadi peningkatan dan perbaikan aliran darah mikrovaskular.

Indikasi-indikasi lain dilakukannya HBOT adalah untuk mempercepat penyembuhan penyakit, luka akibat radiasi, cedera kompresi, osteomyelitis, intoksikasi karbonmonoksida, emboli udara, gangren, infeksi jaringan lunak yang sudah nekrotik, Skin graft dan flap, luka bakar, abses intrakranial dan anemia..

HBOT bisa juga untuk untuk penyembuhan penyakit yang sudah selesai menjalani tahapan terapi operasi, radioterapi, kemoterapi dan hormonal. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, oksigen hiperbarik dan herbal merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan sensitifitas efek radioterapi sehingga dapat membantu menekan angka kematian dan meningkatkan angka harapan hidup.

Menurut Bapak dr IGN Arya Sidemen SE MPH, Direktur RS Paru Jember, terapi oksigen hiperbarik sangat bermanfaat bagi pasien paska operasi untuk masa pemulihan. Pasien menikmati perawatan masuk ruangan mesin HBOT selama dua jam sama dengan manfaatnya beristirahat di puncak gunung selama dua minggu. Di RS Paru Jember kapasitas mesin HBOT bisa menampung pasien sebanyak 10 orang.

Ditambahkan, terapi oksigen hiperbarik juga dapat mengobati penyakit degeneratif kronis seperti arterio sclerosis, stroke, penyakit pembuluh darah perifer, ulser diabetik, serebral palsy, trauma otak, slerosis multiple dan penyembuhan luka.

Terapi ini perkembangannya sangat pesat di dunia. Di Jawa Timur hanya ada dua mesin HBOT yaitu di Kota Surabaya di RSAL Ramelan Surabaya dan RS Paru Jember adalah satu-satunya rumah sakit yang memiliki mesin HBOT di tingkat kabupaten di Jawa Timur.

Sekarang ini terapi HBOT meluas pemakaiannya sebagai terapi kebugaran tubuh dan untuk kecantikan sebagai terapi supaya awet muda, segar, wajah bercahaya dan untuk kebugaran tubuh. Penulis mencoba dua kali ikut terapi HBOT di RS Paru Jember dan masuk mesin HBOT selama dua jam. Setelah keluar ruangan mesin HBOT badan penulis terasa segar dan ringan seperti baru bangun tidur nyenyak atau seperti selesai menjalankan istirahat panjang.

Terapi oksigen hiperbarik dilakukan pada suatu ruang hiperbarik (Hyperbaric chambers) yang dibedakan menjadi dua macam mesin yaitu Multiplace dan Monoplace. Multiple chamber dapat digunakan untuk beberapa penderita pada waktu yang bersamaan, sedangkan pada monoplace digunakan untuk pengobatan satu orang penderita saja .Tidak perlu penggunaan masker atau sarung tangan dalam chamber kecuali pada kasus keracunan karbon monoksida atau inhalasi asap.

Di dalam ruangan HBOT pasien dapat melakukan aktivitas apa saja seperti mendengarkan musik dan membaca. Di dalam ruangan HBOT juga ada televisi kecil sehingga pasien bisa santai menjalankan terapi sambil melihat film. Yang dilarang keras membawa telepon genggam dan alat elektronik lainnnya. Selama menjalani perawatan, pasien akan terasa mengantuk setelah masker oksigen dipasangkan. Pada awalnya terasa telinga akan mendengung. Hal ini bisa diatasi dengan makan permen dan minum air serta menelan ludah./p>

(Asita DK Suryanto)