Pelawangan, Muara Sungai Bedadung, Puger yang Indah Dikunjungi di Sore Hari

Jember memiliki sungai yang membelah kotanya bernama Sungai Bedadung. Sungai Bedadung memiliki ciri khas sungai yang besar dengan dasar sungai berbatuan cadas, dalam cerita masyarakat Jember berkembang tentang mitos "Barang siapa yang mandi atau sekedar mencuci mukanya di Sungai Bedadung dia akan tinggal di Jember." dan masih bayak mitos-mitos lain tentang Sungai Bedadung.

Sungai Bedadung bermuara di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Penduduk sekitar muara yang mayoritas sebagai nelayan memanfaatkan aliran Sungai Bedadung sebagai akses jalan untuk memcari ikan di laut selatan yang terkenal dengan nama Pelawangan. Disini juga terdapat kampung nelayan yang berpusat di dua desa, yakni Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan. Dari kedua desa ini kita bisa melihat deretan perahu nelayan yang sedang parkir di tepian Sungai Bedadung.

Perahu-perahu nelayan ini terlihat berwarna-warni menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Tidak berhenti disitu, tulisan diperahu nelayan kadang menggelitik kita untuk tersenyum karena salah ejaan atau memang mempunyai arti lucu seperti Barselona, Rondo Kempling, Kebelet dan kata-kata lainnya. Keseharian anak-anak nelayan juga menjadi pemandangan asyik yang sayang jika di lewatkan, sepulang anak-anak sekolah mereka bermain di sungai dengan meloncat akrobatik dari perahu nelayan.

Read more...

Binatang Penyu Bisa Menangis Selesai Bertelur

Anda ingin melihat binatang penyu bertelur dan menangis. Datanglah ke Pantai Sukamade. di Pesanggaran, Banyuwangi. Jarak antara Kabupaten Jember - Sukamade adalah 127 km. Anda hanya tinggal mengikuti jalur Jember - Garahan - Kalibaru (sudah masuk Banyuwangi) - Genteng - Jajag - Pesanggaran - Menuju desa Sarongan. Lalu meneruskan perjalanan menuju pantai Rajegwesi.

Saran untuk anda yang ingin mengunjungi Pantai Sukamade dengan kendaraan pribadi. Gunakanlah mobil bergardan ganda atau motor trail.

Read more...

Pantai Papuma Membuat Banyak Kenangan

Awalnya aku hanya mendengar saja cerita dari papaku, dulu waktu papa masih muda tepatnya waktu masih kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Jember beliau adalah seorang petualang gunung, pantai dan susuri sungai. Entah berapa ratus kali gunung telah didaki mulai Jawa sampai Bali. Demikian juga menyusuri pantai mulai dari Mayangan, Rowocangak, Nanggelan, Bande Alit sampai pantai Plengkung.

Hasratku untuk melihat dan menikmati pantai semakin menggebu, apalagi teman sekelas tiap hari Senin selalu bercerita tentang liburan kepantai. Entah itu pantai Watu Ulo, Papuma atau Pasir Putih di utara kota Jember. Aku tiap hari selalu meminta papa untuk pergi ke pantai, tidak sia-sia, akhirnya papa mengabulkan permintaanku. Papa tidak mempunyai mobil, jadi saya, mama, papa naik sepeda motor, kami berangkat pagi sekali sekitar pukul 05.00.

Read more...

Pantai Papuma Semoga Tebing Karangnya Suatu Saat Punya Jalan Setapak Sampai Pantai Watu Ulo

Pantai Papuma Jember selalu bikin kangen apabila sedang pulang kampung tidak mampir ke pantai nya rasanya belum lengkap.Apalagi sekarang lomba foto bertema  Pantai Papuma sedang digalakkan  yang diharapkan banyak wisatawan datang tidak hanya menikmati pantainya tapi juga untuk mengambil foto-foto indah Pantai Papuma.

Nama Papuma ada yang menyebut juga Tanjung Papuma. Kata ‘tanjung’ di berikan untuk menggambarkan posisi pantainya yang menjorok ke laut. Istimewanya lagi,di Tanjung Papuma kita bisa menikmati sunrise dan sunset. Khusus sunrise pas matahari terbit bisa dinikmati di sepanjang garis Pantai Papuma yang berpasir putih. Sekitar pukul 04.30 pagi pelan-pelan matahari akan muncul di balik karang dan naik ke puncaknya dengan semburat warna jingga sangat indah dinikmati proses terbitnya matahari dari sini.

Read more...

Pantai Puger , Pantai Nelayan di Sebelah Selatan Jember

 

Ingin melihat aktivitas pekerjaan nelayan dan penjualan ikan basah segar datanglah ke Pantai Puger. Sebagai pantai nelayan di sebelah selatan Kota Jember sangat menarik dikunjungi bagi penikmat belanja ikan segar dan terasi. Ikan basah yang baru dipanen di lalut oleh nelayan langsung dalam keadaan segar dijual di Pusat Pelelangan Ikan di Puger.

Bagi fotografer mengambil foto-foto nelayan yang sedang merapatkan perahunya dan menurunkan hasil tangkapan ikannya adalah sudut foto yang menari untuk diambil. Perahu Madura yang warna warni catnya di timpa matahari yang bersinar terik dan langit biru menghasilkan foto-foto yang kontras.

Aktivitas nelayan mulai menjemur dan melipat jaring ikan, menurunkan muatan ikan sampai aktvitas menggotong hasil tangkapannya menarik untuk diambil fotonya bagi penggemar fotografi atau sekedar jalan-jalan saja mencari suasana berbeda.

Read more...

More Articles...

Page 2 of 5

2