Pura Bali Senduro Lumajang Terbesar di Jatim

Semua orang pasti tahu Pulau Dewata yang terletak di sebrang Pulau Jawa. Mayoritas penduduknya beragama hindu, tentunya terdapat banyak pura besar nan indah di Pulau Dewata itu. Namun, tak hanya Pulau Dewata yang memiliki pura indah. Di Pulau Jawa yang sedang aku pijaki ini terdapat Pura Mandara Giri Semeru Agung yang terletak di Senduro, Lumajang.

Letak Pura Mandara Giri Semeru Agung kebetulan dekat dengan rumah tanteku. Sekitar dua bulan lalu aku pergi ke sana. Pukul 6 pagi, sehabis shalat subuh dan mandi aku berangkat. Ketika mentari masih malu-malu menyinari kotaku, ketika embun masih menutupi indahnya pagi, aku sudah berada di dalam mobil dan siap berangkat.

Perjalanan ini melewati kecamatan Sumbersari, Mangli, Rambi, Bangsal dan Kecamatan Tanggul adalah daerah perbatasan dari Kabupaten Jember dan Lumajang. Setelah melewati Kecamatan Tanggul, kita mulai masuk di Kecamatan Jatiroto. Di sini, terdapat toko oleh-oleh bernama Soponyono yang menjual lumpia, pastel, onde-onde dan aneka gorengan lainnya, terletak di sebrang halte bus Sungai Bondoyudo. Lumpia dan pastel yang dijual disini sangat terkenal dan rasanya enak sekali. Harganya relatif murah, yaitu Rp 3.500,-.

PSetelah melewati Jatiroto, kita akan memasuki pertigaan Kecamatan Wonorejo, kalau ke kanan menuju Surabaya, ke kiri jurusan Lumajang kota. Di pertigaan ini, sisi sebelah kiri jalan terdapat patung Pak Tani sedang menjinjing pisang agung sebagai ikon kota Lumajang. Dari pertigaan ini, kita pilih arah kiri menuju Kecamatan Sukodono, setelah itu kita akan menemui perempatan Pasar Klojen, kita ambil arah kanan dan akan menuju Kecamatan Senduro.

TMentari sudah tak malu-malu lagi menampakkan dirinya. Kini ia menyinari jalanan sekitar hutan jati yang lebat di Kecamatan Senduro. Setelah melewati hutan jati, kita akan menjumpai pasar Senduro, di depannya terdapat pertigaan, berbelok ke kanan lalu jalan terus sekitar 500 meter dan di sebelah kanan jalan terdapat Pura Mandarai Giri Semeru Agung.

Saat aku memasuki Pura, kebetulan sekali di sana sedang terdapat acara tahunan yang selalu di selenggarakan di Pura, yakni Festival Tari dan Musik Tradisi. Festival ini diikuti oleh murid-murid sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK setingkat, baik perempuan maupun laki-laki. Semua peserta menampilkan tarian dan nyanyian yang sangat khidmat untuk dilihat atau didengar. Para penontonnya pun terdiri dari berbagai wisatawan, domestik dan mancanegara.

Fastival Tari dan Musik Tradisi yang sedang berlangsung menyebabkan pintu gerbang untuk memasuki bangunan suci, candi-candi dan sumber mata air di Pura ini di tutup. Hanya bagian pendopo saja yang terbuka untuk umum. Aku sangat kecewa. Pada mulanya, aku ingin sekali berkeliling pura ini, menikmati kentalnya budaya hindu yang ada di sini. Aku berusaha mencuri-curi kesempatan untuk mendapatkan foto dari bangunan suci itu. Beruntung! Aku berhasil mendapatkannya.

Dari sini–dari Pura yang terletak di daerah dataran dan tempat yang lebih tinggi–, kita semua bisa melihat indahnya pemandangan desa Senduro yang masih hijau. Kita juga bisa melihat betapa tingginya gapura di pintu masuk Pura serta berfoto bersama beberapa patung gajah putih dan beberapa patung lainnya.

Rasa sedih memang tersimpan di hati ini akibat kunjunganku yang terbatas di Pura. Tak seperti biasanya, hari ini aku hanya bisa berjalan-jalan hingga batas pintu tempat suci, padahal aku ingin memasuki Pura ini lebih dalam, ingin merasakan sejuknya air suci yang bersumber di Pura.

Memang, walau tak berada di Bali, Pura Mandara Giri Semeru Agung ini masih kental dengan budaya hindunya. Disini juga terdapat mata air suci. Tak jarang pada saat hari-hari besar Agama Hindu, Warga Bali sering berkunjung ke Pura ini hanya untuk mengambil air suci itu. Pura ini merupakan Pura terbesar di Asia yang areal luasnya hampir 2 hektar, oleh sebab itu, pada saat hari-hari besar agama Hindu, Pura Mandara selalu ramai dikunjungi oleh umat hindu dalam maupun luar negeri. Kita tak perlu jauh-jauh datang ke Pulau Dewata hanya untuk menikmati keindahan Pura di Indonesia, karena di pulau yang saya pijaki ini, pulau Jawa, sudah terdapat Pura yang sangat indah dan merupakan pura terbesar se-Asia.(Penulis: Mahesi Binar)