Masjid Jami Wajib Dikunjungi Jika ke Jember

Datang ke pusat Kota Jember di sebelah alun-alunnya akan mendapatkan bangunan masjid yang akan menjadi pusat perhatian. Bangunan Masjid Jami yang memiliki kubah seperti tempurung kelapa terbalik akan menarik perhatian pelancong baru pertama kali datang ke Jember. Masjid ini ramai oleh pengunjung yang baru datang ke Jember. Banyak pendatang dengan berbagai plat mobil B, L , N dan W sengaja datang untuk sholat di masjid ini.

Kubah masjid di Jember ini secara arsitektur memiliki keunikan dibanding masjid lainnya. Masjid ini memiliki 7 kubah yang sekaligus berfungsi sebagai atap dan masjid peninggalan kolonial ini pernah ditetapkan sebagai masjid terindah di Asia Tenggara. Masjid Jami mempunyai 7 buah kubah yang terlihat seperti saling bertumpuk. Itu juga yang membuatnya terkenal dengan sebutan Masjid 7 kubah sebagai simbol kemapanan umat muslim.

Bentuk bundar sebagai dasar filosofis bangunan timbul dari kesadaran bahwa bentuk ini mempengaruhi semua agama dan tradisi. Masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid kayak bentuk jamur ini jika dilihat secara sekilas dari depan mirip bangunan gedung MPR/DPR. Kubah ini terdiri dari lima kubah utama dan dua kubah kecil sebagai tempat wudhu. Dari lima kubah utama ini, terdapat satu yang paling luas dan terdiri dari dua lantai. Tujuh kubah yang ada di masjid inimenyimbolkan kekuasaan Allah . Masjid ini dibangun di masa kolonial Belanda dan telah mengalami 2 kali renovasi yakni pada tahun 1939 dan 1973.

Bentuk kubah yang mirip seperti gedung MPR-RI memang menjadi keunikan tersendiri . Masjid Jami juga menyimpan sejumlah makna simbolis pada tiang-tiangnya. Tiang yang seluruhnya berjumlah 17 berdiri di dalam kubah utama. Jumlah 17 melambangkan jumlah rakaat sholat lima waktu yang di jalankan umat muslim.

Jumlah kubah dengan tujuh buah. Angka 7 merupakan simbol kemantapan. Kita kenal bahwa Allah SWT telah menciptakan 7 langit dan 7 bumi. Demikian pula hari sebanyak 7 hari dalam seminggu. Di kalangan kita, sering kita dengar bacaan bismillah 7 kali, atau Qul huwalllah 7 kali dan sebagainya yang mengisyaratkan adanya kemantapan.Adapun di sekeliling ruangan kubah utama dituliskan Surat An Nur sepenuhnya. Semuanya itu disamping merupakan penampilan seni kaligrafi juga merupakan petunjuk bagi muslim yang melihatnya.

Dari sisi arsitektur, masjid ini memiliki keunikan tersendiri. Yang paling mencolok adalah bentuk kubahnya. Tidak tanggung-tanggung, terdapat 7 kubah sekaligus dengan ukuran raksasa dan berbentuk setengah bola. Kubah - kubah ini diletakkan saling bertumpuk. Kubah sengaja dibuat 7, karena angka tujuh dianggap angka istimewa dalam Islam.

Keindahan Masjid Jami sekarang makin bertambah di halaman parkir ditanam pohon palem. jadi lokasi parkiran mobil di sela-sela pohon palem yang ditanam berjejer. Kalau malam di batang pohon palem ada lampu kerlap kerlip berwarna warni.

Masjid Jami selalu dipenuhi umat muslim Jember yang ingin melaksanakan ibadah. Kalau dilihat sekilas masjid ini tidak begitu ramai, itu memang karena ruangan yang ada begitu banyak dan luas. Saat bulan ramadhan tiba Masjid Jami biasanya dibuka non stop.

Yang merancang pembangunan masjid ini adalah Yaying K. Keser, seorang arsitek lulusan salah satu universitas di California, Amerika Serikat. Kemegahan dan keunikannya menjadikan masjid ini menyandang gelar sebagai salah satu masjid terindah di Asia Tenggara. (Asita Dk Suryanto)