Museum Tembakau di Jember Perlu Penambahan Koleksi

Jember sudah dikenal sejak dulu dengan tanaman tembakaunya jenis Na Oost yang manfaatnya untuk bahan rokok cerutu. Sejak zaman Belanda, lembaran daun tembakau Na Oost dikirim ekspor ke Kota Bremen, Jerman.

Tembakau Jember sudah terkenal sebagai produk pertanian yang hanya bisa hidup di Jember. Karena iklim, cuaca, dan arah angin di antara gunung-gunung kecil yang banyak berada di Jember dengan sebutan gumuk.

Zaman sekarang kegunaan daun tembakau sudah beralih menjadi bahan parfum dan obat bukan hanya tembakau. Sebagai penghasil tembakau, Lembaga Tembakau Indonesia di Jember telah merintis sebuah Museum Tembakau sebagai museum termbakau pertama di Indonesia. Ingat yang dipamerkan bukan produk rokok, tapi fungsi tanaman tembakau.

Ruangan museum berada di belakang kantor Lembaga Tembakau Jember di Jalan Kalimantan, daerah Tegalboto, Jember yang lokasinya dengan kampus Universitas Jember.

Ruangan berlampu temaram seluas sekitar 150 meter persegi tanpa sekat memamerkan koleksi alat-alat yang digunakan pekerja tembakau bekerja, mulai alat pisau rajang, miniatur gudang tembakau, sepeda ontel yang biasa digunakan buruh tembakau dan lembaran-lembaran tembakau kering yang siap ekspor. Sayang belum semua koleksi alat kerja tembakau berada di sini.

Pengunjung tidak dikenai biaya masuk, hanya cukup regristrasi online di meja komputer yang disediakan. Di dalam ruangan museum juga ada televisi untuk pengunjung yang ingin melihat video cara tanam tembakau, mulai tanam sampai menjadi lembaran tembakau untuk cerutu, Daun tembakau setelah panen sampai dijemur dan siap ekspor perlu waktu satu tahun.

Sayang, keberadaan museum tembakau ini kurang diketahui masyarakat Jember umumnya mungkin karena pihak museum kurang promosi. Tetapi ketika penulis mendatangi museum ada beberapa guru Taman Kanak-kanak mendatangi lokasi untuk survei keperluan rekreasi anak didiknya dari daerah Ambulu, Jember.