Binatang Penyu Bisa Menangis Selesai Bertelur

Anda ingin melihat binatang penyu bertelur dan menangis. Datanglah ke Pantai Sukamade. di Pesanggaran, Banyuwangi. Jarak antara Kabupaten Jember - Sukamade adalah 127 km. Anda hanya tinggal mengikuti jalur Jember - Garahan - Kalibaru (sudah masuk Banyuwangi) - Genteng - Jajag - Pesanggaran - Menuju desa Sarongan. Lalu meneruskan perjalanan menuju pantai Rajegwesi.

Saran untuk anda yang ingin mengunjungi Pantai Sukamade dengan kendaraan pribadi. Gunakanlah mobil bergardan ganda atau motor trail.


Jika anda menuju kesana dengan angkutan umum, setiba di Sarongan, carilah info tentang akses truk Sarongan Sukamade. Namun, info terbaru menyatakan bahwa truk sudah jarang beroperasi, mengingat warga lokal sudah banyak yang memiliki sepeda motor. Tapi tidak perlu berkecil hati, anda masih bisa memanfaatkan jasa ojek, dengan harga negosiasi.

Jarak antara Desa Sukamade menuju pantai (sekaligus tempat penangkaran penyu) masih sekitar 30 menit lagi dengan mengendarai motor. Saran saya, silahkan anda beristirahat dahulu di desa yang ramah ini. Jika anda membawa perbekalan logistik berupa beras dan lauk pauk, anda bisa meminta tolong pada salah satu warga untuk memasakkannya./span>

Untuk melihat penyu bertelur, saya beserta rombongan yang lain mengikuti instruksi petugas menunggu malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, kami berkumpul di depan resort Sukamade untuk kemudian berjalan kaki menuju pantai yang hanya berjarak 700 meter. Tak lupa kami mengenakan pakaian hangat, air mineral dan beberapa camilan, seperti anjuran seorang volunteer.

Setiba di pantai, seorang pemandu kembali mengingatkan kami semua untuk tidak menyalakan apapun karena penyu sangat sensitif pada cahaya dan suara, ketika hendak bertelur.

Jika masih ada yang melanggar aturan tersebut, yang dirugikan adalah seluruh rombongan. Sebab penyu akan takut jika melihat sinar di pantai. Kemungkinan terbesarnya, penyu akan memutar arah dan kembali ke lautan. Akibatnya, kita harus menunggu datangnya penyu yang lain, lebih lama lagi.

Saya beserta rombongan yang lain sangat beruntung. Hanya dalam waktu kurang lebih satu jam masa tunggu, seorang petugas mengabarkan kalau ada seekor penyu betina (spesies penyu hijau) yang sudah mendarat ke pantai.

Waktu yang dibutuhkan oleh penyu betina bervariasi. Terhitung sejak muncul dari laut hingga kembali ke laut , memerlukan waktu antara 1 hingga 11 jam. Variasi waktu tersebut juga tergantung jenis penyunya, tingkat gangguan yang dihadapinya di pantai, serta kondisi fisik pantai yang bersangkutan. Penyu akan menghentikan proses penggalian jika dia menemukan sampah atau halangan lain yang menyebabkan proses pembuatan lubang telurnya terganggu.

Penyu yang saya amati adalah penyu hijau. Menurut penjelasan petugas di Sukamade, umumnya penyu hijau hanya memerlukan waktu antara 2 hingga 3 jam untuk proses bertelurnya.

Saya dan rombongan yang lain diperbolehkan mendekat saat penyu tersebut sudah menggali lubang pasir dan memulai proses bertelur. Kalo sudah dalam posisi demikian, penyu betina tidak akan peduli lagi dengan situasi di sekitarnya. Alhasil, rombongan dibebaskan untuk mengabadikan proses tersebut.

Sayang sekali pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengamati penyu dari dekat di saat penyu sedang baru merangkak ke pantai dan memulai untuk membuat lubang. Ini juga berlaku untuk petugas pantau, pemandu dan volunteer. Mereka harus menjaga jarak, tidak berisik dan tidak boleh menyalakan apapun yang menimbulkan cahaya. Proses mencari tempat bertelur dan membuat lubang adalah masa-masa peka bagi penyu.

Mengenai lokasi bertelur, biasanya penyu akan memilih lokasi pasir pantai yang relatif tinggi dan bersih. Itu adalah persyaratan sederhana. Diharapkan, lokasi yang relatif tinggi dan bersih tersebut memenuhi syarat untuk proses menetas secara alami, meskipun nantinya telur-telur tersebut akan dipindahkan ke tempat penangkaran penyu semi alami (oleh petugas). Selain hal tersebut, faktor suhu menjadi factor penentu. Penyu memiliki naluri alamiah yang bisa mendeteksi mana lokasi yang suhunya sesuai dan mana yang tidak.

Setelah menemukan lokasi bertelur yang cocok, penyu akan menggunakan keempat tungkainya menggali pasir untuk menanam tubuhnya. Proses selanjutnya, penyu akan membuat lubang vertikal (membuat lubang baru di dalam lubang besar yang menanam tubuhnya) sedalam antara 50 hingga 60 cm, dengan lebar sekitar 10 cm hingga 20 cm. Untuk membuat lubang vertikal, penyu menggunakan tungkai belakangnya. Dalam proses ini, penyu masihlah peka oleh suara berisik dan sinar.

Lubang vertikal berfungsi untuk menampung telur-telur penyu. Ketika lubang vertikal sudah rampung, barulah penyu siap untuk bertelur. Ini adalah saat dimana petugas pantau memberikan kode pada para pengunjung untuk datang mendekat.

Menurut informasi petugas, penyu hijau yang saya tunggui kemarin berusia 50 tahun. Mereka mengetahui hal tersebut karena tugas UPKP (Unit Pengelolaan Konservasi Penyu) bukan hanya monitoring proses bertelur, tapi juga tagging dan pengukuran. Dari sinilah mereka bisa mengetahui usia penyu. Satu lagi tugas dalam monitoring pendaratan penyu adalah membersihkan parasit yang ada di tubuh penyu. Saya melihat sendiri saat seorang petugas membersihkan parasit di tungkai depan penyu. Bentuk parasit tersebut mirip sekali dengan kutil pada manusia.

Jika dirata-rata, penyu dalam sekali bertelur bisa sebanyak 80 200 butir, dimulai dari usia 20 hingga 100 tahun.

Sangat menyenangkan mengamati proses bertelurnya penyu hijau. Seperti yang kita tahu, tiap-tiap jenis penyu mempunyai jadwal tertentu untuk bertelur. Penyu abu-abu atau lekang akan bertelur sekitar April sampai Juli, penyu sisik dan penyu hijau akan bertelur pada November sampai Januari sedangkan penyu belimbing akan bertelur pada bulan Juni. Namun menurut Bapak Feri (Kamituwo desa Sukamade), saat ini sangat sulit menebak musim bertelurnya penyu. Saya merasa beruntung bisa mendapati penyu hijau bertelur di bulan September.


Sesaat setelah telur terakhir sudah dikeluarkan, proses selanjutnya adalah penutupan lubang telur yang dilakukan dengan menggunakan kedua tungkai belakangnya. Lalu diteruskan dengan menutup lubang tubuh.

Yang menarik dari proses ini adalah sepasang mata penyu yang mengeluarkan air mata. Semula saya mengira penyu tersebut sedang menangis karena dijadikan bahan tontonan. Ternyata bukan itu alasannya. Penyu mengeluarkan air mata untuk membersihkan pasir pantai agar tidak melukai kedua matanya. Jawaban tersebut kami dapatkan dari seorang volunteer.

Ketika penyu sedang melakukan proses penutupan lubang, petugas (dan volunteer) beberapa kali mengingatkan kami untuk berhati-hati dengan cipratan pasir. Disarankan untuk tidak membelakangi penyu, apalagi bagi pengunjung yang membawa kamera DSLR. Kabarnya, sebelumnya sudah ada pengunjung yang kameranya terkena pasir cipratan ini.

Dalam proses penutupan lubang telur, pergerakan dan sinar terang masih bisa ditolerir. Namun, ketika penyu betina sudah bergerak kembali ke arah laut, petugas menyarankan seluruh pengunjung untuk mematikan lampu senter. Sinar hanya akan membuat penyu kebingungan akan arah. Tidak adanya cahaya juga untuk berjaga-jaga barangkali ada penyu lain yang akan naik ke pantai.

Ketika saya bertanya pada Bapak petugas, apakah kita diperbolehkan untuk tetap dekat dengan penyu saat dia kembali ke lautan, ternyata tidak masalah. Dengan catatan, selama tidak ada penyu lain yang akan naik ke pantai.

Senang sekali bisa menikmati proses bertelurnya penyu. Ini adalah jenis wisata yang bisa kita lakukan dengan terjun langsung dan mengikuti semua kegiatan pengelolaan yang dilakukan petugas.

Pesona yang ditawarkan bukan hanya mengamati proses penyu bertelur. Anda juga bisa terlibat di acara pelepasan tukik di pagi atau sore hari. Pelepasan tukik pada pagi hari biasanya dilakukan pada pukul 06.30 WIB. Sedangkan pelepasan tukik pada sore hari dilakukan pada pukul 15.00 17.00 WIB.

Jika ingin bermalam di sekitar pantai Sukamade, anda bisa memanfaatkan fasilitas pondok wisata. Bagi yang suka adventure, ada juga camping ground yang dilengkapi dengan pendapa untuk ruang pertemuan. Informasi lain (di lapangan) bisa anda peroleh di information centre. (RZ Hakim)