Festival Egrang Ledokombo

Permainan egrang merupakan permainan tradisional yang mulai langka dimainkan oleh anak-anak Indonesia. Tetapi di Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur permainan egrang ini sengaja dilestarikan dengan dilakukan Festival Egrang Ledokombo setiap tahunnya.

Peserta egrang berkelompok melakukan gerakan-gerakan atraktif mulai angkat kaki satu diatas egrang, lari-lari, dan menari mengikuti lagu disko. Semua gerakannya dilakukan serentak per kelompok anak-anak usia SD sampai SMP berjumlah delapan orang. Kostum yang digunakan lucu-lucu mulai badut, jaranan reog, penari bali, flora hutan, pak sakerah Madura dan kostum Jember Fashion Carnaval.


Mulai jam 12.00 Wib peserta sudah berjalan karnaval keliling kota Ledokombo diawali dengan drumband anak-anak. Mereka melakukan karnaval dengan naik egrang keliling kota sejauh sekitar tiga kilometer. Ratu Hemas dari Yogyakarta juga ikut karnaval dengan naik andong.

Peserta hanya punya waktu tiga menit untuk memperagakan keterampilannya karena jumlah pesertanya 28 regu, maka acara cukup lama hampir dua jam. Tapi waktu dua jam ini tidak terasa karena setiap regu menampilkan atraksi yang berbeda. Paling lucu ada peserta yang menampilkan tarian jaranan lengkap dengan mainan kuda lumpingnya.

Keseimbangan yang perlu dijaga di atas egrang untuk berdiri, berjalan dan menari di atas egrang merupakan sesuatu yang tidak mudah sangat memerlukan keterampilan dan kekompakan. Apalagi bila dilakukan secara beregu.

Festival yang sudah berlangsung tiga tahun ini diprakasai oleh pimpinan Tanoker Ledokombo, Supo Rahardjo dan istrinya Farha Ciciek. Tanoker adalah komunitas anak-anak yang berasal dari bahasa Madura berarti kepompong. Permainan egrang sengaja diperkenalkan kepada anak-anak Ledokombo untuk memperkenalkan kebudayaan tradisional kepada tamu-tamu dari luar. Selain itu bambu sebagai alat permainan egrang juga banyak dijumpai di Ledokombo.

Permainan egrang Toneker Ledokombo pernah disiarkan di Kompas TV dengan sutradara Garin Nugroho. Awal Juli lalu, penulis berkesempatan menonton festival egrang ini dan merasakan uniknya anak-anak bermain egrang sambil melakukan kreativitas menari-nari mengikuti lagu dan menjaga kekompakan tim melakukan gerakan yang sama. Penonton dari luar negeri juga datang, ada wisatawan dari Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Di ruangan mesin cetak seperti atraksi tersendiri melihat cokelat mesies panjang-panjang keluar dari mesin seperti layaknya mie panjang tapi terbuat dari cokelat. Setelah kering dan mendapat campuran gula meisis akan dipotong-potong keci dan dikemas untuk bahan taburan roti tawar dan kue donat.

Tanoker Ledokombo juga menyediakan fasilitas belajar bermain egrang bagi tamu-tamu dari luar negeri. Sangat susah bagi pemula untuk menaruh kaki di atas egrang kemudian berjalan dengan tongkat bambu. Pertama yang harus adalah dilakukan menjaga keseimbangan.

Setiap tahun festival egrang dilaksanakan di alun-alun kecamatan Ledokombo, Jember untuk memperingat Hari Anak Nasional dan waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal Jember Fashion Carnaval (JFC) dengan jeda sehari sebelum hari H-nya. Supo Rahardjo sengaja menggelar festival egrang yang waktunya berdekatan dengan penyelenggaraan JFC agar penonton festival egrang bisa sekaligus menonton JFC. (Asita Suryanto / Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )