Jember Fashion Carnaval Ikon Pariwisata Jember

Jember Fashion Carnaval (JFC), adalah kegiatan tahunan karnaval di Jember. Kegiatan ini diadakan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Tema Extreem Imagination untuk tahun 2012 yang diusung mengikuti trend, kejadian disekitar ataupun mengambil unsur budaya suatu daerah dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu JFC adalah sebuah karnaval yang dengan peserta sekitar 600 orang berjalan menyusuri jalan sejauh sekitar 4 km.

Para peserta yang mengikuti karnaval tersebut bukanlah- model-model handal ataupun mereka yang biasa terlibat dengan dunia mode. Mereka adalah para partisipan dari berbagai kalangan umur,status dan latar belakang pendidikan. Kuncinya untuk mengikuti karnaval ini adalah kreatif, karena mereka bukanlah akan memperagakan kostum buatan orang lain. Kreasi kostum yang mereka pakai adalah asli ide dan buatan mereka sendiri.


Setiap peserta memiliki ide yang unik, mulai dari desain sampai bahan yang mereka gunakan sebagai kostum. Karya kostum yang mereka pamerkan tidak dapat diragukan lagi, terbukti dari ribuan penonton yang selalu terkagum-kagum melihat kreasi mereka, akan lebih kagum lagi apabila mengamati bahan pembuatan kostum mereka. Mereka merancang dan memadu padankan sedemikan unik dari bahan-bahan yang sebelumnya tidak kita sangka.

Misalnya, dengan kaleng-kaleng, pipa,gabus, kabel-kabel, barang elektronik bekas , sampah plastic, sampah dedaunan dan lain-lain. Di Jember Fashion Carnaval para peserta mampu menyulap ragam benda tersebut menjadi lebih bernilai dan menawan.Tidak sampai disitu saja,kehadiran ratusan media nasional serta internasional yang selalu tak ingin kelewatan untuk meliput disetiap tahunnya, turut memadati.

Dalang dibalik semua ini adalah Dynand Fariz, seorang putra daerah yang sangat membanggakan. Usahanya dimulai dengan membuka sebuah studio mode “Dynand Fariz” yang kini menjadi basecamp dari JFC serta Marching Band JFC. Ia mulai menghadirkan JFC di masyarakat Jember di awal Januari 2003. Rute awal tak sejauh saat ini, hanya disekitar alun-alun kota Jember. Impiannya terhadap JFC ini juga tidak luput dari dukungan pemerintah setempat dan seluruh manyarakat kota Jember. Seiring bergulirnya waktu, berkat kegigihannya Dynand Fariz mampu membawa Jember Fashion Carnaval (JFC) ke mata dunia. Di event-event besar nasional pun JFC tidak pernah absen dan tidak hanya sekali saja nama JFC tampil dikancah internasional. Hampir setiap tahunnya JFC mampu menampilkan kebolehannya di ajang internasional. Tidak heran apabila Jember Fashion Carnaval kini menginspirasi kota-kota lain. Beberapa kota di Indonesia kini mulai mengikuti jejaknya.

Dari sini dapat dilihat bahwa sektor pariwisata yang unggul bukanlah hanya dari tempat pariwisata yang indah dan mewah. Sebuah pagelaran tahunan pun dapat menjadi daya tarik pariwisata yang sangat menghibur dan menguntungkan bagi masyarakat luas dan pemerintah setempat. Sungguh suatu kerjasama yang patut diacungi jempol. Tindakan yang dilakukan oleh Dynand Fariz ini sangat patut untuk diteladani,khususnya oleh putra-putri daerah Jember.

Berkat kegigihannya, bukan pencapaian pribadi saja yang ia raih, ia mampu mensejahterahkan sekitar. Memberikan wadah kreasi bagi masyarakat sekitar yang telah dilakukannya secara tidak langsung mampu membangkitkan semangat dan mutu lebih baik pada generasi bangsa esok. Tidak tanggug-tanggung juga, tindakan ini mengharumkan nama Jember, bahkan Indonesia.

JFC tahun 2012 yang diselenggarakan Juli lalu mengambil tema antara lain : Madura, jamur, timur tengah, hewan safari, dihadiri juga oleh artis ibukota Anang dan Ashasty yang ikut parade JFC dengan tema Papua. Sayang penonton karnaval kurang disiplin dengan sering menyetop jalannya peserta karnaval untuk diajak foto bersama sehingga menghambat jalannya peserta karnaval. (Afrin Dwimeyriana )

* Bagi warga Jakarta yang ingin melihat penampilan JFC di Jakarta bisa menyaksikan JFC Indoor Concert Cotumes Feat di Taman Ismail Jakarta tanggal 1-2 Desember 2012 dengan dua kali pertunjukan pukul 14.00 dan 19.00 WIB. Tiket Ibu Dibyo dan Raja Karcis.