Pantai Papuma Semoga Tebing Karangnya Suatu Saat Punya Jalan Setapak Sampai Pantai Watu Ulo

Pantai Papuma Jember selalu bikin kangen apabila sedang pulang kampung tidak mampir ke pantai nya rasanya belum lengkap.Apalagi sekarang lomba foto bertema  Pantai Papuma sedang digalakkan  yang diharapkan banyak wisatawan datang tidak hanya menikmati pantainya tapi juga untuk mengambil foto-foto indah Pantai Papuma.

Nama Papuma ada yang menyebut juga Tanjung Papuma. Kata ‘tanjung’ di berikan untuk menggambarkan posisi pantainya yang menjorok ke laut. Istimewanya lagi,di Tanjung Papuma kita bisa menikmati sunrise dan sunset. Khusus sunrise pas matahari terbit bisa dinikmati di sepanjang garis Pantai Papuma yang berpasir putih. Sekitar pukul 04.30 pagi pelan-pelan matahari akan muncul di balik karang dan naik ke puncaknya dengan semburat warna jingga sangat indah dinikmati proses terbitnya matahari dari sini.

Objek wisata Pantai Papuma terletak di pesisir selatan tepatnya di Kabupaten Jember Jatim. Meski termasuk dalam kategori laut lepas, tetapi ombaknya cukup tenang dibandingkan dengan ombak di peisir laut selatan lainnya. Pantai yang bertebing karang tinggi ini mempunyai hamparan pasir putih, dan terdapat batu-batu karang berjajar di sepanjang bentangan pantai.

Di lokasi Wisata Tanjung Papuma ini juga di tersedia tempat penginapan dalam bentuk cottage-cottage mungil yang hanya beberapa meter saja dari tepi laut. Tidak ketinggalan pondok-pondok makan bertenda dengan menu sea food yang selalu fresh karena ikannya lansung dibeli dari nelayan Papuma.

Saya suka pantai apalagi yang berpasir putih. Di sini saya temukan ombak besar, pasir putih dan batu karang raksasa dimana-mana. Sekalipun saya lebih suka berenang tapi di Pantai Papuma saya lebih memilih menginjak pasirnya yang putih sambil menunggu ombak datang menyapu pasir yang saya mainkan di kaki.

Tetapi ada juga yang membuat sedih tebing karang pantai Papuma adalah tulisan atau coretan-coretan tidak penting memakai spidol atau cat di batu-batu karang yang membuat rusak suasana dan keaslian keindahan batu karang. Harusnya kesadaran pengunjung ditingkatkan untuk tidak mencorat-coret batu karang. Ditambah sampah-sampah dari pengunjung yang membuang sampah seenaknya. Perum Perhutani sebagai fasilitator juga tidak banyak menyediakan tempat sampah yang memadai di semua tempat.

Saya telah berkunjung ke Pantai Cinque Terre Italia yang bertebing karang juga dan memiliki jalan setapak di sepanjang pantainya. Saya berharap suatu saat Pantai Papuma juga memiliki jalan setapak sampai Pantai Watu Ulo yang terkenal dengan karangnya yangberbentuk ular. Selama ini kedua tempat itu bisa dilalui dengan mobil dengan jalan beraspal. (Asita Suryanto DK)