Pelawangan, Muara Sungai Bedadung, Puger yang Indah Dikunjungi di Sore Hari

Jember memiliki sungai yang membelah kotanya bernama Sungai Bedadung. Sungai Bedadung memiliki ciri khas sungai yang besar dengan dasar sungai berbatuan cadas, dalam cerita masyarakat Jember berkembang tentang mitos "Barang siapa yang mandi atau sekedar mencuci mukanya di Sungai Bedadung dia akan tinggal di Jember." dan masih bayak mitos-mitos lain tentang Sungai Bedadung.

Sungai Bedadung bermuara di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Penduduk sekitar muara yang mayoritas sebagai nelayan memanfaatkan aliran Sungai Bedadung sebagai akses jalan untuk memcari ikan di laut selatan yang terkenal dengan nama Pelawangan. Disini juga terdapat kampung nelayan yang berpusat di dua desa, yakni Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan. Dari kedua desa ini kita bisa melihat deretan perahu nelayan yang sedang parkir di tepian Sungai Bedadung.

Perahu-perahu nelayan ini terlihat berwarna-warni menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Tidak berhenti disitu, tulisan diperahu nelayan kadang menggelitik kita untuk tersenyum karena salah ejaan atau memang mempunyai arti lucu seperti Barselona, Rondo Kempling, Kebelet dan kata-kata lainnya. Keseharian anak-anak nelayan juga menjadi pemandangan asyik yang sayang jika di lewatkan, sepulang anak-anak sekolah mereka bermain di sungai dengan meloncat akrobatik dari perahu nelayan.

Balap renang juga terlihat saat anak-anak ini asyik bermain di muara sungai walau terik masih menyengat tajam. Ditepian sungai kita disajikan dengan gotong royong nelayan Puger yang mendorong perahu kecil untuk naik dan parkir dengan rapi. Para wanita juga tak luput dari aktivitas nelayan disiang hari, saat para suami pulang dari melaut para ibu bertugas memindah ikan dari perahu ketempat khusus lalu menjualnya ke pengepul yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Setelah asyik dengan pemandangan Kampung Nelayan Puger, kita beralih ketempat dimana hasil ikan tangkapan para nelayan berkumpul menjadi satu untuk dilelang. Ya, pelelangan ikan. TPI juga menarik untuk kita lihat, namun terkadang bau amis menjadi kendala bagi beberapa orang. Hiruk-pikuk di TPI sangat beragam, mulai dari pemikul ikan berukuran jumbo, transaksi jual beli ikan, hingga penjual trasi udang khas dari Puger.

Ketika menjelang senja sekitar pukul 15.00 WIB nelayan Puger mulai berbondong-bondong merapat diperahu masing-masing, aktivitas di muara Sungai Bedadung meningkat. Secara bergantian perahu nelayan mulai meninggalkan tepian Sungai Bedadung, suara musik dangdut dari perahu besar nelayan Puger saling bersautan sebagai pertanda dimana akan mulai pergi meninggalkan muara untuk menangkap ikan di laut yang ganas bagian selatan.

Sore hari pemandangan paling indah berkunjung di Kecamatan Puger, ketika di Pelawangan kita melihat sunset yang indah sembari melihat sisa perahu-perahu nelayan yang masih parkir di tepian Sungai. Warna merah merona matahari terbenam dibalik perahu-perahu yang sedang parkir sangat indah. Puger tak ada habisnya menyajikan hal yang menarik untuk kita kunjungi, terlebih di Pelawangan, muara Sungai Bedadung. (VJ Lie)